Sabtu, 22 Oktober 2016

Peringati Hari Santri, Pagar Nusa Dan Banser Karanganyar Bentuk Satgas Anti Pungli


SOLO -- Ratusan pendekar Pagar Nusa
bersama dengan Banser Nahdlatul Ulama
(NU) Kabuparten Karanganyar, Jawa Tengah membentuk Satgas Anti Pungli. Deklarasi satgas anti pungli ini digelar di Taman Pancasila, Karanganyar, bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

“Melalui momentum Hari Santri ini, kita
deklarasikan perlawanan pada semua praktek pungli. Jika mendapati pungli kita
akan segera lapor pada pihak yang berwajib,” ucap Ketua Cabang PN Karanganyar Mariyadi pada awak media,
Sabtu (22/10/16).

Deklarasi perang terhadap pungli ini
dilanjutkan dengan pengawasan di
lapangan. Pagar Nusa sebagai salah satu
seni beladiri serta Banser mempunyai
tanggung jawab yang sama untuk
memerangi segala hal yang dapat merusak
citra bangsa, termasuk adanya pungli. “Kami juga mengajak seluruh masyarakat agar berani lawan pungli,” lanjutnya.


Di Karanganyar sendiri sedikitnya terdapat
800 anggota pencak silat pagar Nusa, dengan ditambah Banser yang mencapai
ribuan akan menjadi salah satu element
masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya pelayanan masyarakat. “Meski kami dibekali seni beladiri, tapi saat menemukan praktek pungli kami tidak akan main hakim sendiri. Kami akan serahkan kepada pihak yang berwajib,” tandas Mariyadi.


Sementara Wakil Ketua Ansor Karanganyar, Muhammad Maksum menambahkan, pungli merupakan musuh bersama dan tidak bisa dilawan sendiri-sendiri. Sehingga, pungli harus dilawan bersama-sama oleh semua element masyarak.

“Kita harus berani melawan pungli.
Senangat Hari Santri ini harus kita bawa
dalam kehidupan bermasyarakat. Santri juga harus berani lawan pungli, karena pungli bisa ditindak dengan pasal pemerasan,” terangnya.

Meurutnya, keberadaan pungli saat ini
masih marak. Terutama yang sring terjadi di jalan-jalan. Pungli juga kerap terjadi dan
dilakukan orang yang mengaku-aku dari
oknum aparat atau pemerintah. “Ini
makanya kita bentuk tim lintas instansi, agar Karanganyar tidak menjadi lahan pungli. Sejauh ini sanksi dan penyelesaian kasus pungli belum ada dan diketahui masyakat. Harusnya pelaku pungli harus dihukum berat dan menjadi efek jera,” pungkasnya.

Sumber: cendananews.com

Anggota FPI di Seret Keluar Oleh Petugas MK Lantaran Lancang Meneriaki Ahok



Keributan terjadi usai sidang uji materiil aturan cuti kampanye kepala daerah petahana di Mahkamah Konstitusi (MK). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tiba-tiba diteriaki 'gila' oleh Novel Bamukmin, seorang anggota ACTA (Advokat Cinta Tanah Air), Kamis, 6 Oktober 2016.

Hal itu terjadi usai Ahok, sapaan akrab Basuki, menghadiri sidang uji materiil ke-6 soal aturan cuti kampanye kepala daerah petahana di MK.

Ahok keluar dari pintu sebelah kiri ruang sidang. Ia segera memberi keterangan kepada para pewarta yang menunggu. Sementara, para advokat ACTA, selaku pihak terkait dalam uji materiil, keluar dari pintu sebelah kanan.

Novel, yang juga anggota Front Pembela Islam (FPI), berteriak ketika Ahok baru sekitar dua menit memberi keterangan kepada media. "Ahok, lu gila lu! Ayat suci
dimainin!," ujar Novel dengan suara keras.

Ahok menyadari ada yang meneriakinya. Perhatiannya sempat teralihkan dari para wartawan yang sedang mewawancarainya.

Rian Ernest, staf yang mendampingi Ahok dalam persidangan, segera bereaksi. Ia yang sebelumnya berada di belakang Ahok, memberi petunjuk untuk jawaban yang diberikan Ahok, meminta petugas keamanan MK mengamankan orang yang bersangkutan.

"Tangkap, ambil KTP-nya,"

ujar Rian. Sebelum diminta Rian, para petugas keamanan yang sebelumnya berjaga di pintu masuk ruang sidang telah
bergerak. Mereka berupaya segera menggiring Novel ke pos keamanan.

Sambil menuruni tangga dari lantai dua, tempat ruang sidang berada, Novel masih sempat menghardik Ahok. "Kami tantang sampai di mana itu Gubernur gila," ujar
Novel.

Rekannya, politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Habiburokhman, juga turut membawa Novel ke lantai satu.

Kutipan surat Al Maidah sendiri disampaikan Ahok pada Rabu, 30 Maret 2016. Ahok pada saat itu menyampaikan
bahwa sebagian kalangan Muslim tidak ingin memilihnya kembali karena sekadar menjalankan perintah agama.

Larangan kaum Muslim untuk memilih pemimpin yang bukan berasal dari golongannya tercantum pada Surat
Al-Maidah ayat 51.

"Surat Al Maidah sebut, 'jangan jadikan Yahudi dan
Nasrani jadi pemimpinmu'," ujar Ahok.

Sumber: ISLAMNKRI.COM

Beda Dengan Sikap MUI & FPI, Ini Pesan Sejuk Mbah Maimoen Soal Geger Ahok



Kontroversi pernyataan Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok tentang Surat Almaidah ayat 51, membuat Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Rembang KH Maimoen Zubair Angkat Bicara. Mbah Maimoen meminta seluruh umat muslim untuk tenang dan meredam amarah.

Apalagi menurut ulama kharismatik tersebut, Ahok sudah meminta maaf secara terbuka di hadapan publik. Pihaknya pun meminta agar umat Islam tak lagi terpecah
belah dan membesar-besarkan masalah ini.

“Dia (Ahok) itu kan sudah meminta maaf, maka jangan dibesar-besarkan. Sehingga bila amarah dapat diredam maka persatuan juga bisa dijaga,” katanya.

Menurut dia, terkait polemik Surat Al Maidah tersebut menurut dia, bahwa itu diserahkan ke pribadi masing-masing pemilih. Menurut dia, jika umat Islam di Jakarta tak ingin memilih Ahok karena alasan agama, tidak perlu dibesar-besarkan sehingga memicu isu SARA.

“Kalau menurut saya, bila mereka (Islam) tidak suka memilih ya tidak usah dipilih saja. Namun permasalahan itu jangan dibesarbesarkan,” ujarnya.

Menurut dia, Ahok merupakan warga keturunan Tionghoa dari Bangka Belitung. Di daerah itu menurut dia, juga banyak warga Tionghoa yang memeluk agama
Islam. Dia itu orang China Bangka Belitung, di sana (Bangka Belitung) juga ada orang Islam China,” ujarnya.

Di Jawa Tengah menurut dia, juga ada masjid yang bercorak Bangka Belitung. Satu-satunya masjid tersebut berada di wilayah Kecamatan Sarang, Kabupaten
Rembang.

Di Sarang masjid saya itu satu-satunya masjid yangberkhaskan Belitung. Oleh sebab itu, perbedaan itu jangan dibesar-besarkan. Sehingga kita bisa hidup
rukun. Yang penting kita umat Islam itu habluminallah harus dikuatkan, dan habluminannas harus selalu dijaga
dengan baik,” harapnya.

Sumber:ISLAMNKRI.COM

Selasa, 23 Agustus 2016

Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan!



Mengambil tema besar Pagar Nusa adalah Pergerakan: Berkhidmah untuk Ulama dan Bangsa , Plt Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa KH Ajengan Mimih
Haeruman mengungkapkan terkait Kejurnas Pagar Nusa bahwa seni bela diri seperti pencak silat penting senantiasa
digelorakan untuk melestarikan budaya yang merupakan produk asli Indonesia.

“Pelestarian pencak silat melalui Kejurnas ini penting agar seni bela diri asli Indonesia tidak diakui oleh negara lain. Semangat ini muncul karena selama ini pencak silat juga
menjadi cabang olahraga populer yang dilombakan di PON dan SEA Games,” ujar Ajengan Mimih sehari sebelum resmi
dibukanya Kejurnas II Pencak Silat Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Ahad (21/8) sore.

Menurutnya, Indonesia lahir bukan karena senjata api ataupun nuklir, melainkan dari kegigihan para pendekar melalui ilmu kanuragan dan seni bela diri dalam bentuk
pencak silat. Sebab itu, pihaknya akan melakukan berbagai agenda penting seperti Kejurnas itu sendiri, Festival, dan Sarasehan Pendekar.

“Terkait agenda Festival yang juga akan mengiringi Kejurnas, akan diisi unjuk ilmu kanuragan serta berbagai jurus dan tradisi pencak silat lain sebagai perwujudan
melestarikan tradisi seni bela diri asli Indonesia dari berbagai macam perguruan pencak silat di Indonesia,” jelas Mimih.

Kegiatan ini diikuti oleh para pendekar, baik putra dan putri dalam kelompok umur. Di antara kelompok tersebut yaitu
kelompok remaja (usia 14-17 tahun) dan kelas dewasa (usia 17-33 tahun). Dari pendekar putra maupun putri dibagi ke dalam 3 cabang yaitu tunggal, ganda, dan beregu. Adapun sistem nilainya yaitu pendekar yang berhasil menggunting lawan mendapat 3 poin, menendang 2 poin,
dan mendorong 1 poin.

Kejurnas II Pagar Nusa ini secara resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi serta Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman. Presiden RI Jokowi, kata Imam Nahrawi, selalu berpesan kepada dirinya agar memperkenalkan silat sebagai salah satu olahraga asli Indonesia. Ia prihatin ketika salah satu Negara tetangga mengklaim bahwa silat berasal dari negaranya.

Senin, 22 Agustus 2016

Menpora Harap Pendekar Pagar Nusa Tampil di Seagames 2020 Tokyo



Menteri Pemuda dan Olahraga RI H Imam Nahrowi menyapa para juri dan para pendekar yang datang dari seluruh penjuru tanah air pada upacara pembukaan Kejurnas II Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ahad (21/8) sore. Imam berharap beberapa pesilat terbaik Pagar Nusa mempersiapkan diri untuk menjadi kontingen Indonesia pada Asean Games 2020 di Tokyo.

“Nanti kita akan bertanding di Asean Games 2020 di Tokyo. Mari kita tunjukkan kemampuan kita di sana,” kata Imam
Nahrowi saat sambutan.

Menurut Imam Nahrowi, Pagar Nusa merupakan merupakan potensi luar biasa di cabang olahraga silat. Dengan pelbagai atraksi yang dipentaskan pada pembukaan tadi Pagar Nusa menunjukkan kompetensi
yang layak disaksikan masyarakat dunia.

Presiden RI Jokowi, kata Imam, selalu berpesan kepada dirinya agar memperkenalkan silat sebagai salah satu
olahraga asli Indonesia. Ia prihatin ketika salah satu Negara tetangga mengklaim bahwa silat berasal dari negaranya.

“Kalau berkunjung ke luar negeri, tolong sampaikan bahwa salah satu olahraga asli Indonesia adalah pencak silat. Semua kita di sini memiliki akun facebook, twitter,
instagram. Mari sosialisasikan pencak silat di media sosial,” kata Imam.

Tampak hadir sesepuh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Purn H Eddie M Nalapraya, Wakil Ketua Umum IPSI, dewan khas pendekar Pagar Nusa, dan ratusan pendekar peserta Kejurnas II dan Festival Pagar Nusa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus Pagar Nusa yang terus melanjutkan tradisi asli Indonesia,” tandas Imam.

Minggu, 21 Agustus 2016

Wacana Rokok Rp 50 ribu hanya Upaya Usik Kinerja Jokowi



JENIUSSPOT – Wacana untuk bisa membuat harga rokok menjadi mahal terus menjadi viral di jejaring sosial.

Pada mulanya, menurut penelusuran JENIUSSPOT, berita ini digulirkan usai adanya usulan dari Kepala PKEKK Fakkesmas UI, Hasbullah Thabrany.

Ia mengatakan bahwa menurut survei yang
dilakukan menunjukkan bahwa akan terjadi penurunan sampai dengan 72 persen pengguna rokok bila harga dinaikkan.

Selanjutnya, opini tersebut dikembangkan kembali menjadi sebuah berita yang disebarluaskan serta meminta pendapat para pejabat-pejabat lainnya.

Alhasil, berita yang cukup sensitif ini pun menjadi viral dan menyebar dengan begitu cepatnya di sosial media.

Menurut kutipan yang OkTerus.com salin dari laman Seword menjelaskan bahwa ini merupakan berita yang bertujuan untuk bisa mengganggu kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) semata.

Kegaduhan mulai diciptakan dan dikelola untuk bisa menjadikannya sebagai amunisi kampanye di tahun 2019 mendatang.

Menurutnya, terdapat sebuah kelompok yang sudah memfasilitasi untuk dapat menulis berita tersebut menjadi viral.

Melanjutkan pernyataannya, menaikkan harga rokok menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk kelompok penentang menyerang pemerintah. Hal tersebut lantaran rokok menjadi salah satu
yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Bahkan, rokok dianggap sebagai kebutuhan pokok yang sejajar dengan beras atau bahan bakar dengan ratusan triliun penerimaan negara.

Industri rokok akan jadi terancam melakukan efisiensi pekerja karena adanya pengurangan permintaan dari konsumen. Tentu hal ini akan membuat pengangguran jadi bertambah secara drastis.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Rusia Beli Alutsista Buatan Indonesia




JENIUS SPOT - Sejumlah siswa Sekolah Staf dan Komando
(Sesko) TNI bertandang ke PT Lundin Industry Invest (LII), beberapa waktu lalu untuk melihat pembuatan kapal perang. Sesko TNI menilai, pabrik kapal perang di
Banyuwangi, Jawa Timur ini memiliki reputasi cukup bagus di bidangnya, sehingga layak jadi rujukan. PT
Lundin Industry Invest telah sukses memproduksi kapal siluman dan anti teroris berkualitas Eropa.

PT Lundin Industry Invest telah melayani pesanan kapal dari pelbagai negara seperti : Malaysia, Thailand, Australia, serta beberapa negara di Benua Biru Eropa dan
Rusia.

Kapal perang pertama yang diproduksi perusahaan John Lundin (47) asal Swedia dan Lizza Lundin (46) asli Banyuwangi ini, adalah X2K Interseptor RIB, kapal cepat
berbahan komposit dengan panjang 11,3 meter serta kecepatan 50 knot. Uji coba X2K Interseptor RIB dilakukan pada 2006 silam.
Kapal X2K dilirik Malasyia dan langsung memesan enam unit. Medio 2007, PT LII menjalin kerja sama dengan TNI-AL untuk pembuatan kapal patroli cepat jenis Combat Catamaran X38. Kapal ini didesain dapat beroperasi di perairan dangkal dan memiliki panjang 12,4 meter dengan kecepatan jelajah 40 knot.

Hingga kini, alutsista yang berhasil diproduksi PT LII antara lain; X2K Interceptor RIB, X2K Special OPS RIB,
X2K Special Forces RIB, X10 RIB, X38 Combat Cat, Special Ops Cat, Fast Missile Patrol Vessel (FMPV) Trimaran dan X18 Fire Support Vessel (FSV).

Menurut Presiden Direktur PT LII, John Ivar Alan Lundin, model X2K merupakan kapal perang anti teroris dan diminati beberapa negara seperti: Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia. Bahkan Rusia ikut memesan. “Kita telah memproduksi banyak untuk tipe X2K. Malaysia, Brunei, Indonesia kami buatkan 15 unit, kalau
Rusia baru satu,” ujar Jhon Lundin.

Sumber: Tribunnews.com

Keberanian Presiden!!! Penerapan Peraturan Harga Rokok Rp 50.000/bungkus, Setujukah Kalian


JENIUSSPOT – Tidak dapat untuk dipungkiri bahwa
murahnya harga rokok dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia. Dengan harga rokok di
bawah Rp 20.000, orang yang kurang mampu dan anak- anak usia sekolah tidak keberatan mengeluarkan uang untuk membeli rokok. Untuk itu, menurut Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan

“Dengan menaikkan harga rokok, dapat menurunkan prevalensi perokok, terutama pada masyarakat yang tidak mampu,” ujar Hasbullah dalam acara 3rd Indonesian
Health Economics Association (InaHEA) Congress di Yogyakarta, Kamis (28/7/2016) malam.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Hasbullah dan rekannya, sejumlah perokok pun akan berhenti merokok jika harganya dinaikkan dua kali lipat. Survei dilakukan
terhadap 1.000 orang melalui telepon dalam kurun waktu Desember 2015 sampai Januari 2016.

“Sebanyak 72 persen bilang akan berhenti merokok kalau harga rokok di atas Rp 50.000,” ungkap Hasbullah. Hasil studi juga menunjukkan, 76 persen perokok setuju
jika harga rokok dan cukai dinaikkan. Hasbullah mengatakan, strategi menaikkan harga dan cukai rokok pun sudah terbukti efektif menurunkan jumlah perokok di
beberapa negara.

Harga rokok di Indonesia memang paling murah dibanding negara lain. Di Singapura, misalnya, harga sebungkus rokok bisa mencapai Rp 120.000. Di Indonesia, hanya Rp 12.000 sudah bisa mendapat satu bungkus rokok.

Tingginya jumlah perokok di Indonesia meningkatkan beban ekonomi karena banyak masyarakat yang sakit- sakitan.
Sedangkan peningkatan harga rokok dan cukai pun bisa meningkatkan pendapatan negara. Pendapatan itu bisa digunakan untuk kesehatan.

“Kalau rokok dinaikkan dua kali lipat jadi Rp 50.000, paling tidak ada tambahan dana 70 triliun untuk bidang kesehatan,” lanjut Hasbullah. Menurut Hasbullah, butuh keberanian Presiden Joko Widodo untuk menaikkan harga dan cukai rokok. Hasbullah pun berencana bertemu Menteri Keuangan yang baru dilantik, Sri Mulyani, dalam waktu dekat untuk membahas hal ini.

sumber : aceh.tribunnews.com

Kamis, 18 Agustus 2016

Harga Rokok Rp 50.000/Bungkus Telah Sah Berlaku Bulan Depan



JENIUSSPOT - Murahnya harga rokok dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia.

Dengan harga rokok di bawah Rp 20.000, orang yang kurang mampu dan anak-anak usia sekolah tidak keberatan mengeluarkan uang untuk membeli rokok.

Untuk itu, menurut Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, harga rokok seharusnya dinaikkan setidaknya menjadi dua kali lipat.

"Dengan menaikkan harga rokok, dapat menurunkan prevalensi perokok, terutama pada masyarakat yang tidak mampu," ujar Hasbullah dalam acara 3rd Indonesian Health Economics Association (InaHEA)
Congress di Yogyakarta, Kamis (28/7/2016) malam.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Hasbullah dan rekannya, sejumlah perokok pun akan berhenti merokok jika harganya dinaikkan dua kali lipat. Survei dilakukan
terhadap 1.000 orang melalui telepon dalam kurun waktu Desember 2015 sampai Januari 2016.

"Sebanyak 72 persen bilang akan berhenti merokok kalau harga rokok di atas Rp 50.000," ungkap Hasbullah.

Hasil studi juga menunjukkan, 76 persen perokok setuju jika harga rokok dan cukai dinaikkan. Hasbullah mengatakan, strategi menaikkan harga dan cukai rokok
pun sudah terbukti efektif menurunkan jumlah perokok di beberapa negara.

Harga rokok di Indonesia memang paling murah dibanding negara lain. Di Singapura, misalnya, harga sebungkus rokok bisa mencapai Rp 120.000. Di Indonesia, hanya Rp 12.000 sudah bisa mendapat satu
bungkus rokok.

Tingginya jumlah perokok di Indonesia meningkatkan beban ekonomi karena banyak masyarakat yang sakit- sakitan. Sedangkan peningkatan harga rokok dan cukai pun bisa meningkatkan pendapatan negara. Pendapatan itu bisa digunakan untuk kesehatan.

"Kalau rokok dinaikkan dua kali lipat jadi Rp 50.000, paling tidak ada tambahan dana 70 triliun untuk bidang kesehatan," lanjut Hasbullah.

Senin, 15 Agustus 2016

Duterte Akan Rebut Kembali Sabah Dari Malaysia


JENIUSPOT - Filipina terus mengobarkan semangat untuk merebut kembali Wilayah Sabah yang sudah menjadi negara bagian Malaysia. Presiden terpilih, Rodrigo Duterte mengatakan bahwa dia akan tetap pada
posisi awal Pemerintah Filipina terkait klaim Sabah.

”Saya tetap dengan posisi awal dari pemerintah, tidak ada yang berubah,” kata Duterte.

Duterte menambahkan Langkah klaim Sabah akan dilakukan melalui cara-cara damai bukan dengan cara perang. Filipina akan mencoba membuka pembicaraan
dengan semua pihak dalam mengembangkan negara.


”Kami tidak mampu untuk melawan, mari kita bicara, dan saya berharap Malaysia akan mengerti dan saanya kami membuat jelas mereka, apa yang akan terjadi,” katanya.

Duterte juga menyatakan, jika Filipina mengajukan kasus aktual ini di pengadilan (internasional) maka mereka pasti kami akan menang, namun menurunya hal
tersebut masih dapat diselesaikan dengan cara lain.

Pernyataan Presiden terpilih Filipina itu ditujukan menanggapi tanggapan PM Najib Razak dalam sambutan sebuah forum di Kuala Lumpur. Saat itu Nazib Razak minta Duterte menggunakan waktunya secara
lebih produktif.

“Membantu menyelesaikan masalah pemberontakan kelompok Moro akan lebih produktif daripada mengobarkan kembali isu klaim Sabah,” pungkas PM
Najib.

Permintaan untuk mengakui Sabah sebagai wilayah Sulu sudah dilakukan sejak lama. Termasuk di masa Presiden Filipina Diosdado Macapagal. Namun langkah tersebut tidak ditanggapi hingga menjadi berlarut-larut dan Malaysia keburu membentuk negara federasi yang
menggabungkan Sabah serta Sarawak untuk menjadi bagian dari negaranya. Namun secara adat jelas, Sabah
milik Sulu.

Pihak Filipina berpendapat Wilayah yang dulu milik Kesultanan Brunei itu merupakan hadiah Sultan Brunei
kepada Kesultanan Sulu yang telah membantu negara kecil itu dalam meredam konflik antar warga sipil. Pecah
Perang dunia ke II Inggris menduduki Sabah hingga selesainya masa perang dan berniat mengembalikan wilayah Sabah pada Kesultanan Sulu, namun pemungutan suara menyatakan warga lebih suka Sabah
bergabung dengan Malaysia.

Sumber:Kompas.com

Kamis, 28 Juli 2016

Kisah Firdaus, Kenek Angkot yang Jadi Pengusaha Sukses Di London



Tak ada yang tahu nasib seseorang. Namun Tuhan tak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri mau mengubahnya. Hal itulah yang dialami
Firdaus Ahmad.

Pria berusia 54 tahun itu kini hidup sebagai pengusaha sukses pemilik restoran Nusa Dua di sudut Dean Street 11, Soho, pusat London. Punya tinggi tiga lantai, bangunan ini adalah satu satunya restoran Indonesia di kawasan belanja sekaligus tempat hangout favorit generasi muda London.

Kalau kamu tengah ke London, kamu bisa mencoba berbagai makanan khas Indonesia di restoran Nusa Dua. Sebut saja ayam kremes, sayur asem, sambal terasi, tahu isi, soto ayam, tempe, kerupuk udang hingga nasi goreng yang jadi favorit sejak Presiden Obama datang ke Indonesia ada di sana.

Dengan banyaknya orang yang mengantre, kamu pasti bakal berpikir, 'Wah, pak Firdaus tentu sukses besar dan bergelimang kekayaan'. Namun tahukah kamu kalau Firdaus sang pengusaha restoran itu
dulunya hidup kekurangan?

Yap, restoran Nusa Dua adalah buah kerja kerasnya selama 20 tahun. Firdaus tiba di London pada akhir 1981 dengan bantuan tiket pesawat dari saudaranya yang bekerja sebagai sopir Kedutaan Besar Indonesia di
London.

Pendapatan sebagai kondektur alias kenek angkot Kampung Melayu-Bekasi yang pas-pasan membuat Firdaus menguatkan tekad pergi ke London. Tiba di Bandara Heathrow, Longford - Inggris dalam kondisi tak bisa berbahasa Inggris, alumni SMA 1 Indramayu inipun cuma mengikuti orang lain hingga dia akhirnya tahu kalau kata
'exit' berarti keluar.

Firdaus memulai petualangannya di London sebagai tukang cuci piring di restoran Indonesia yang akhirnya bangkrut
karena ketahuan mengakali pajak. Dia lalu diajak pengusaha Singapura yang mendirikan restoran Nusa Dua dan dijadikan koki (chef).

Namun restoran itu cuma bertahan tiga tahun karena si pengusaha tak sanggup membayar cicilan modal sehingga Royal Bank of Scotland (RBS) menyitanya. Lewat bantuan sang istri, Usya Suharjono, Firdaus pun membujuk pihak bank RBS untuk
mengelola restoran Nusa Dua dengan jaminan mereka akan membayar cicilan GBP 1.000 (sekitar Rp 17,2 juta) tiap bulan tepat waktu. "Kalau tahun pertama pembayaran nggak jelas, bank silahkan ambil lagi," ungkap Firdaus kala itu, seperti dilansir Tempo .

Memegang kendali pengelolaan restoran mulai belanja, memasak hingga melayani pembeli, Nusa Dua mulai dilirik orang lagi hingga meraih keuntungan GBP 10 ribu (sekitar Rp 140 juta kala itu) setiap minggu. Hanya butuh enam tahun, Firdaus mampu melunasi hutang sebesar GBP 100 ribu (sekitar Rp 1,7 miliar).

Diapun mulai rajin menabung hingga mampu membeli rumah seluas 300 meter persegi seharga Rp 5,2 miliar di dekat sekolah anaknya, kawasan elite Colindale. Rumah sembilan kamar yang dijuluki Wisma Indonesia itu kini disewakan kepada turis asal Indonesia dengan tarif GBP 19,5 (sekitar Rp 335 ribu) permalam.

Sementara Firdaus dan keluarganya tinggal tak jauh dari tempat itu. Kamu bisa melihat ada tiga mobil Mercedes dengan harga rata-rata Rp 1,4 miliar terparkir nyaman di halaman rumah mereka.

Meskipun sudah sukses, Firdaus yang sering mudik ke Jatiasih, Bekasi ini masih punya keinginan. Impian Firdaus kini hanyalah pulang kampung ke Indonesia setelah anak-anaknya mandiri dan membuat TPA untuk anak-anak
miskin.

Sungguh, kesuksesan itu akan datang kepada siapapun yang memang mau bekerja keras. Semoga saja kesuksesan pak Firdaus bisa menular ya!

Rabu, 27 Juli 2016

Kapolres Dan Kodim Nganjuk Apresiasi Halal Bihalal IPSNU PAGAR NUSA, Yang Bertema Gerakan Anti Radikalisme Diatas Bumi Pertiwi



Ribuan Warga Perguruan Silat Nadhlatul Ulama Pagar Nusa Se Wilayah Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk Menggelar Reuni dan Halal Bihalal yang Dilaksanakan di
Kantor Desa Kemadoh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Minggu (24/7).

Acara yang berlangsung khidmad dalam suasana yang penuh keakraban tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Nganjuk yang diwakili Kabag Ops, Kompol Bambang
Sutikno, Kapolsek Baron AKP Pramono SH, Serma Totok Dari Kodim 0810 beserta jajaranya, Kades Kemadoh Agung Supriyadi dan Muspika dan Ketua Cabang Perguruan Silat Pagar Nusa yang diwakili Sekjen Cabang Nganjuk Gus Bahrudin (Bento Keneb), beserta para Pengurus Nadhlatul
Ulama (NU) Kecamatan Baron.



Dalam sambutannya, Sekjen Cabang PS. Pagar Nusa Gus Bahrudin mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan jalinan tali silaturahmi, informasi dan komunikasi. “Melalui acara ini, mari kita tingkatkan tali persaudaraan agar lebih erat lagi untuk
mencapai guyub selamanya” ujarnya dihadapan seluruh warga Pagar Nusa serta tamu undangan lainya, Halalbihalal Pagarnusa PAC Baron bersama ribuan warga Pagarnusa mengambil tema gerakan anti radikalisme ditandai dengan penandatanganan dan pembacaan naskah ikrar untuk membangun komitmen bersama anti dari segala bentuk radikalisme.

Gus Yuli SH ketua Panitia mengaku acara tersebut bukan hanya sekedar biasa saja, akan tetapi membangun komitmen bersama melawan anti radikalisme. “Jauh sebelumnya sudah kita diskusikan bersama dengan semua pihak dan juga pihak kepolisian”, katanya.



Dalam kesempatan itu, Gus Yuli mengucapkan rasa
terimakasih sekaligus memberikan apresiasi kepada pihak
kepolisian dan TNI yang telah mendukung pelaksanaan
kegiatan tersebut.
“Kita harus bersama-sama melawan terhadap faham-
faham radikal yang merasuki masyarakat, kata ketua panitia.

Ungkapan yang sama juga dilontarkan Kades Kemadoh
Agung Supriyadi SH. Kata dia, Pagar Nusa harus menjadi
garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI. “Faham ancaman radikalisme perlu
kita lawan, karena Pagar nusa memiliki berlapis-lapis didalam nya, dan yang diserang pertama oleh faham radikalisme ini yaitu Ahlussunnah Wal Jamaah,” ungkap Agung.

Kapolsek Baron AKP Pramono SH, dalam kesempatan itu merasa sangat gembira dan mengapresiasi kegiatan tersebut kepada Pagar nusa. Tekad ini, kata Kapolsek,
memberikan suntikan moral yang tinggi kepada pihaknya, apalagi kegiatan ini dilaksanakan oleh generasi muda,”katanya.
Dijelaskan” bahwa pelaku kriminal rata-rata masih dibawah umur, kepedulian dari lembaga-lembaga pendidikan untuk mendidik generasi muda menjadi lebih
baik. “Kepolisian mendukung semua hal dalam bentuk ketertiban di masyarakat”, pungkasnya.

Sedangkan Ketua IPSI Cabang Prambon Kang Suyud menganggap kegiatan tersebut selain sangat penting, juga merupakan inti dari manifestasi ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Untuk melawan radikalisme,”
katanya.
Sedangkan dari Kabag Ops Bambang Sutikno SH, menganggap kegiatan tersebut bukan hal yang baru bagi
warga Pagar nusa bahkan pra kemerdekaan juga bersama-
sama berjuang dalam kemerdekaan,” ungkap Bambang.

Sabtu, 16 Juli 2016

HEBAT, Anak Pencari Ronsokan Tembus Kedokteran UGM



YOGYAKARTA - Meski orangtuanya hanya seorang pemulung,
tidak menyurutkan semangat Muhammad Wiskha Al Hafiidh
Suskalanggeng untuk mewujudkan mimpinya menjadi dokter.
Terbukti, Wiskha lolos seleksi masuk Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Semula, remaja yang karib disapa Wiskha pemilik nama asli
ini sempat ragu untuk mewujudkan cita-citanya ini. Sebab,
nilai masuk program studi Pendidikan Dokter UGM sangatlah
tinggi.

“Awalnya ia sempat ragu, tapi saya terus meyakinkannya
bahwa ia mampu masuk pendidikan dokter,” kata Ibunda
Wiskha, Dwi Asih Prihati, dikutip Dream dari ugm.ac.id,
Sabtu 16 Juli 2016.
Remaja asal Dusun Saragan, Pendowoharjo, Sleman, ini
sempat gagal dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan
Tinggi Negeri (SNMPTN). Namun dia tak menyerah dan
mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SBMPTN) hingga diterima.
“Waktu tidak diterima SNMPTN, kemudian saya belajar giat
lagi supaya dapat lolos di tes SBMPTN. Alhamdulillah, lewat
jalur SBMPTN akhirnya saya diterima di pendidikan dokter
UGM,” jelas Wiskha.
Saat ini, Whiska berusaha mendapatkan beasiswa Bidikmisi
agar dibebaskan dari biaya perkuliahan. Sebab, orangtuanya
tergolong tidak mampu. Jangankan biaya kuliah, untuk
biaya sehari-hari pun keluarga ini sangat pas-pasan.

“Saya sedang mengumpulkan berkas-berkas yang
dibutuhkan untuk persyaratan beasiswa bidikmisi. Semoga
saya diterima sehingga meringankan beban orangtua,” ujar Wiskha.
Tak Punya Rumah Ayah Wiskha, Permana Suskalanggeng, memang hanya
seorang pemulung. Sus, panggilan sang ayah, bahkan tidak
memiliki tempat tinggal. Keluarga ini menempati rumah milik
saudara yang kini merantau ke Kalimantan.
Sus adalah tulang punggung keluarga. Sejak 8 tahun silam,
pekerjaannya adalah memulung rongsokan. Saban hari
keliling dengan motor butut dari desa satu ke lainnya, mencari rongsokan.

Malangnya lagi, Sus tak punya modal untuk membeli rongsok
milik warga. Justru warga lebih sering memberinya
rongsokan secara cuma-cuma dan menyuruh Sus untuk
sekalian membersihkan pekarangan atau rumah pemilik rongsok.

Dari bersih-bersih itulah kadang Sus mendapat uang tambahan. Dalam sebulan Sus rata-rata mengantongi uang
sejumlah Rp 900 ribu untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Meski berpenghasilan pas-pasan, Sus tetap mengupayakan
pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Beruntung anak-
anaknya tergolong rajin dan berprestasi sehingga mendapat
BOS dan dapat sekolah secara gratis.
Wiskha pun anak berotak encer. Semenjak SD, SMP, dan
SMA, dia sering menjadi juara kelas. Dia bahkan lulus SMA
dengan predikat nilai paling tinggi se-SMA 1 Sleman dan
nomor empat tingkat Provinsi DIY.
Selain itu, Wiskha juga sempat meraih Juara 2 Olimpiade
Fisika Paket Hari Ilmiah se-Jawa Bali pada Oktober 2015.

Derita Penyakit Syaraf Sebagai ibu, Dwi berharap Wiskha kelak bisa memanfaatkan
ilmu yang diperoleh bisa berguna untuk orang banyak,
khususnya adik Whiska yang mengidap penyakit syaraf perut
yang menyebabkan harus menjalani perawatan jangka panjang.

“Semoga kelak Wiskha dapat merawat adiknya yang selama
ini sakit dengan ilmu yang ia dapatkan,” ungkap Dwi.
Senada dengan istrinya, Sus berharap Wiskha tidak hanya
berguna bagi keluarga dan orang banyak, melainkan juga
dapat mengubah derajat keluarganya menjadi lebih baik
dengan ilmu yang dia miliki.
“Bagi saya yang terpenting dapat berguna bagi orang
banyak, itu saja sudah cukup,” tambah Sus.